America finally legalizes Gay Marriage

Akhirnya.  Supreme Court di Amerika Serikat,  dengan hasil vote 4 lawan 3, melegalkan perkawinan CONQ di seluruh 50 states.  Sebuah pencapaian yang bersejarah dan luar biasa.

Coba deh baca closing statement dari Hakim Anthony Kennedy ketika mengumumkan keputusan mereka

image

Halaman depan New York Times yang membuat Anna sedikit berkaca-kaca

image

Bahkan Gedung Putih di Washington pun ikut merayakan dengan menghiasi gedung tersebut dengan lampu2 rainbow

image

Sebuah momen yang bersejarah.  Kapan ya lampu2 tersebut akan menerangi istana negara kita? 

Congratulations America.  You have come a long way. 

Kira2 berapa persen ya Top, Bottom sama Vers di Indonesia???

Pertanyaan ini mungkin sering muncul dipikiran conQ, terutama ketika date ketemunya boti lagi boti lagi. Apa udah abis top oke di negeri tercinta ini???

Kalo kamu penasaran sama jawabannya, kamu harus isi survey di link berikut ini dulu :

Survey LGBT Indonesia

Isi pertanyaannya gak banyak, cuma 20 dan cuma memakan waktu 3-5 menit aja. Survey juga sangat confidential alias RAHASIA. Nggak akan ada yang tau data si pengisi. Jadi buruan isi ya, suruh temen2 conQ isi juga supaya samplenya makin banyak.

Nah, didalem survey ini, selain Top & Bot, kamu juga akan liat pertanyaan2 lain sekitaran LGBT. Ada yang tentang HiV, Came Out, Relationship Preference sampai harapan kamu di Indonesia bagaimana. Semua data2 ini pastinya sangat penting untuk kita semua sebagai komunitas LGBT Indonesia. Misalnya, berapa banyak sih yang belum pernah Tes HiV di Indonesia? Kelompok umur berapa? Tinggal dimana? Kenapa belum pernah Tes? Ketika kita tahu informasi ini semua dengan akurat maka kita bisa merancang kegiatan dan campaign HiV yang lebih tepat.

Selain itu, rencananya survey ini akan diulang setiap tahun dengan pertanyaan yang sama dan mungkin akan ditambah pertanyaan lainnya. Tujuannya untuk apa? Dengan tracking data setiap tahun, kita bisa melihat bagaimana kondisi LGBT di Indonesia dari tahun ke tahun. Misalnya, yang came out sudah bertambah belum? Yang preferensinya “Fun Only” aja makin banyak atau makin sedikit? Dan informasi2 lainnya.

Sekali lagi, pls spread the survey link ya!!! Nanti kalau jumlah respondennya sudah lengkap, hasilnya akan ekeh buka disini. Supaya kita semua bisa tau tentang komunitas kita sendiri.

Have fun with the Survey!!!

Berani Menggapai Kebahagiaan

Yuhuuuu… Haloooooowww… Yelllooooowww… Kangen gak sama eke? Inget dong artikel sebelumnya yang eke tulis? Nah, dalam artikel tersebut, kitakan udin kenalan sama program #GUEBERANI, kalau belum baca, cussss meluncur ke sindang http://conq.me/2015/03/03/gue-berani/

Nah, maka dalam artikel kali ini, kita juga masih harus berani dong, berani dalam menggapai sebuah hal yang bisa dibilang gampang, tapi rada susah juga. Apasihhhh apaaadooonng pilih laki apa lekong? Yaitu “Berani Menggapai kebahagian”.

Berbicara tentang kebahagian, tentunya kita punya ukuran sendiri tentang apa itu kebahagian. Ada yang bahagia karena punya laki ganteng. Ada yang bahagia kalau punya duta alias duit banyak dan bisa belanja barang-barang bermerk. Ada yang bahagia, kalau bisa party tiap weekend, sambil nontonin diva-diva yang mengiris sukma kayak party yang diadain gueberani.org ’SONGKRAN FESTIVAL 2015’’ di Musro Club, Hotel Borobudur Jakarta, pada tanggal 4 April 2015, kemarin. Kalau eke sendiri, bahagia kalau gak ada deadline dan bisa gegoleran sambil nontonin marathon DVD Sex and The City.

Tetapi buat sebagian besar orang, rumus utama kebahagiaan adalah memiliki orang yang sayang dengan kita, bisa sahabat, pasangan, anak atau orang tua. Hidup dengan materi yang cukup dan sehat tentunya.

Lalu apakah untuk menggapai kebahagian dibutuhkan keberanian? Tentunya dong. Misalnya, kayak eke yang akhirnya berani untuk memutuskan resign dari rutinitas menjadi budak corporate perusahaan kreatif untuk bekerja sebagai instruktur yoga demi banyaknya waktu luang untuk gegoleran, dan ketemu murid-murid lucu tentunyah. Atau seorang teman eke yang pada akhirnya berani untuk menyatakan cintanya, sama laki yang selama ini dia kira straight, hell owwwhhhh… gaydar eke padahal udah kedut-kedut tiap tuh laki lewat, dan akhirnya temen eke ini berani menyatakan cintanya.

Tetapi gak semua orang memiliki keberanian, lalu apa yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan keberanian? Kuncinya adalah rasa percaya diri yang tinggi dan juga rasa untuk mencintai diri kita sendiri. Karena ketika kita mencintai diri kita sendiri, maka keberanian dan juga tekad akan datang dengan sendirinya. Aww aww aww… Kadang suka ngerasa takjub sendiri deh, kalo eke bisa nulis petuah-petuah begini.

11072923_632282223573372_1936175660432201641_o

Sebagai seorang CONQ, tantangan untuk berani menggapai kebahagian tentunya pasti lebih berat, terutama kita tinggal di negara yang amat sangat bangat kita cintai ini, yaitu Indonesia. Buat sebagian besar CONQ apalagi yang masih dikatakan “menyembunyikan” statusnya, atau masih di dalam lemari atau discreet, jangankan berani untuk mengakui bahwa dia suka laki kepada keluarga atau sahabatnya, mengaku dan menerima dirinya aja pasti sulit. Nah disitulah seorang CONQ membutuhkan keberanian, keberanian untuk menerima dirinya sendiri, atau bahkan lebih berani untuk mengakui statusnya, mungkin dimulai ke sahabat terdekat dulu aja cint. Karena hidup dalam kebohongan dan rasa tidak menerima, tentunya tidak akan membuat kamu bahagia. Kalau udah gak bahagia gitu nanti gak sehat loh dear.

Speaking about sehat yang merupakan salah satu rumus kebahagian, jangan ditanya deh, kamu, eke dan sebagian besar CONQ pasti suka menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran paling heits di ibukota. Yah walaupun treadmill-nya 15 menit tapi nangkring di sauna bisa 2 jam, yah gak papalah yah, paling nggak 15 menit itu digunakan untuk bakar kalori, daripada nggak sama sekali. Eke gak munafik juga kok, kadang kalo ada laki cakra di sauna, cus eke ajak kenalan, nah ujungnya akan berakhir di ranjang. Inilah salah satu poin penting tentang kesehatan yang harus para CONQ perhatikan, yaitu kesehatan dalam hal hubungan seks.

Seperti yang telah di bahas dalam artikel sebelumnya, tentang meningkatnya prevelansi HIV dan penularan infeksi menular seksual pada CONQ sangat tinggi. Dalam hal ini, sebagai CONQ juga membutuhkan keberanian sendiri. Beberapa waktu lalu, eke mendapatkan undangan untuk bertemu brondong imut ini, tenang aja, udah 21 tahun keatas kok. Terus kisahnya gimana? Yah udahlah yah, nanti dimarahin editor kepanjangan nulisnya. Intinya aku datang ke apartemennya, terus mulailah kita buka baju, buka celana dan lari-lari bugil sekitaran komplek, yah nggak lah, lompat kita ke kasur. Aku tanya dong, mana kondomnya? Terus dia bilang, “gak ada”. “Kenapa ngga ada?” Dia bilang, “aku malu beli kondom”. Malu beli kondom, ini bukan masalah yang eke temuin sekali dua kali loh, mungkin kamu juga masih malu beli kondom kan? Hayo ngaku! Nah disinilah kita sebagai seorang CONQ membutuhkan keberanian, keberanian untuk datang ke convenience store atau apotik terdekat, untuk membeli kondom. Bok please deh, kan kamu gak kenal sama penjaga tokonya, gak akan ketemu lagi, atau takut di judge? Jangan sampai semua perasaan takut, karena malu ini menuntun kamu ke hubungan seksual yang tidak aman tanpa kondom, alias bareback.

 11054297_626779284123666_8455891865143716645_n

Ingat, dibutuhkan keberanian-keberanian lain untuk menjaga diri kamu tetap sehat dan terhindar dari HIV dan Infeksi menular seksual lain. Berani untuk mengatakan tidak melakukan bareback walaupun daddy yang ngajak kamu, hot-nya kayak George Clooney. Berani untuk mengatakan tidak pada narkoba, apalagi yang sekarang lagi ngetrend itu adalah high fun, karena secara tidak langsung, penggunaan narkoba dalam melakukan hubungan seks, dapat membuat prilaku seks kamu menjadi lebih liar, dan pada akhirnya, saking enong-nya, lupa untuk memakai kondom.

Jika kamu sudah terlanjur melakukan seks tidak aman, tumbuhkan keberanian kamu untuk segera melakukan test HIV, paling tidak, tiga bulan setelah terakhir kamu melakukan seks yang dirasa tidak aman.

Dan terakhir adalah, berani untuk menerima apapun hasil dari test tersebut. Jika hasilnya negatif, kamu harus tetap berani untuk mempertahankannya seperti itu. Jika positif, kamu harus lebih berani lagi menjalani segala hal dengan status kamu yang baru, berani menerima diri kamu yang sekarang, dan berani mengatakan kepada diri kamu “bahwa hidupku gak akan berakhir, dan aku akan tetap menggapai masa depan”. So? Kalo GUE BERANI, kamyu harusnya juga berani dong!

 

 

GUE BERANI

Sebagai CONQ pengguna smartphone yang cukup aktif di media sosial, tentunya kamu tidak asing lagi dengan suara notifikasi aplikasi “si halaman kuning” itu. Tenang aja, aku juga punya kok. Media sosial tersebut dan media sosial lain yang sejenisnya merupakan sebuah aplikasi buat kamu para CONQ untuk mencari pasangan. Baik pasangan hidup yang bisa menemani hari-harimu yang bisa kamu kecup keningnya tiap pagi, yang bisa kamu curahkan keluh-kesah atau mungkin cuma untuk mencurahkan peluh dan berbasah-basah satu malam. Gak ada salahnya kok. Tapi yang harus kamu ketahui, bukan karena cowok muscle yang jaraknya cuma 125 meter dari aplikasi di smartphone kamu itu terlihat sehat dan kuat ngangkat-ngangkat kamu di ranjang, terus kamu mau diajakin ewita gak pake kondom.

Penggunaan kondom bukan hanya berfungsi sebagai pencegah kehamilan loh, yah iyahlah kan laki sama laki, mana mungkin bisa hamidun. Penggunaan kondom juga berfungsi untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, Klamidia dan HIV tentunya.

Menurut data dari Integrated Biological Behavioral Survey (IBBS) 2012 yang dilakukan Kemenkes, prevelansi HIV pada CONQ di Jakarta meningkat dari 8% pada 2007 menjadi 17% pada 2014. Jadi diperkirakan pada 2014, satu dari enam CONQ di Jakarta kemungkinan besar telah terinfeksi HIV. Dan hal ini juga diperburuk oleh prevelensi IMS atau penyakit kelamin pada CONQ di Jakarta yang juga tinggi, yaitu satu diantara enam CONQ positif Sifilis dan satu diantara empat CONQ positif Gonore dan/atau Klamidia. IMS meningkatkatkan risiko kemungkinan terinfeksi HIV antara satu sampai sembilan kali lebih tinggi.

Semua hal ini disebabkan oleh frekuensi ewi-ewi berganti pasangan dan juga kurangnya kesadaran CONQ saat melakukan hubungan seks anal tanpa kondom. Masih menurut sumber data yang sama, proporsi CONQ yang memiliki pemahaman yang benar tentang HIV dan AIDS baru 22,8%. Dan CONQ yang pernah melakukan tes HIV baru 43%.

Data-data juga menunjukkan bahwa CONQ yang pernah tes HIV mempunyai kecenderungan pemakaian kondom yang lebih besar daripada mereka yang tidak.

 

768 × 1025 (a)

Aw aw aw… Nah dari data tersebut di atas, dan dari aktifnya penggunaan media sosial pada CONQ, maka ada kampanye yang namanya #GUEBERANI, ingat, bukan #EKEBERANI atau #AKIKABERANI loh, tapi #GUEBERANI.

Kampanye ini digagas oleh Program SUM I (Scaling Up for Most at risk population) atau Program Perluasan Penanggulangan HIV dan AIDS dukungan USAID. Program ini secara teknis diimplementasikan oleh FHI 360 Indonesia. Kampanye ini berawal dari adanya pelatihan media sosial oleh pada Februari 2014. Hasil-hasil pelatihan ini kemudian disampaikan kepada Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). KPAN memandang bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi kegiatan teroboson untuk para CONQ karena banyak studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat melengkapi dan memperkuat program penanggulangan HIV dan AIDS yang selama ini telah ada.

Kampanye #GUEBERANI ini melibatkan kegiatan-kegiatan baik online dan offline. Kegiatan online dijalankan melalui media sosial seperti Facebook, Twitter dan Website. Sementara kegiatan offline dijalankan dengan melakukan event-event aktivasi dan promosi, mobile HIV test, rujukan pemeriksaan HIV gratis dan community gathering.

Nah buat kamu para CONQ yah masih malu-malu tapi mau, discreet, takut didiskriminasi, atau takut digrepe-grepe oleh petugas pelayanan kesehatan, (kalo luncang sih gak papa yah cint…) saat ingin melakukan test HIV, Jangkar takara alias jangan takut. Kampanye ini juga bekerjasama dengan 7 health provider baik Puskesmas maupun klinik swasta yang telah terbukti CONQ friendly, malah jangan-jangan kamu bisa curhat-curhatan atau nyanyi lagu Beyonce bareng sama petugas kesehatan tersebut. Yakali… Yah iya dong… Aku sudah membuktikan ini loh… Eh tapi gak sampe nyanyi bareng juga sih, kesian kalo dokternya harus dengerin suara eke.

7 health provider itu diantaranya adalah Puskesmas Pasar Rebo, Puskemas Tambora, Puskesmas Ciracas dan Puskesmas Setiabudi. Klinik: klinik Angsa Merah, Klinik Carlo RS Carolus, Klinik Pro Care PKBI. So what are you waiting for? GUE BERANI, kamyu harusnya juga berani dong!

Untuk informasi lebih lanjut tentang GUE BERANI:

Official Website: http://www.gueberani.org/
Facebook: Gue Berani
Twitter: @Gue_Berani

 

728 × 90 (b)

Gay & Lesbian Indonesians view on life, love, fashion, health, and politics

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,225 other followers

%d bloggers like this: