NEGATIVITY: KENAPA ORANG LEBIH SUKA MEMBICARAKAN NEGATIFNYA ORANG LAIN

Kemarin pada saat pelantikan menteri Kabinet Kerja, Menteri Susi paling banyak dibicarakan. Bukan karena kesuksesannya dalam membangun bisnis raksasa dengan puluhan pesawat terbang dan bisnis hasil laut yang kelas ekspor dunia, tapi lebih kepada kebiasaan merokoknya, dan tattoo di kakinya, dan tentang putus sekolahnya.

Menteri Susi pun sudah berkomentar tentang itu, bahwa media itu sekarang hanya mencari sensasi, tapi tidak memikirkan efek bagusnya untuk bangsa. Mereka selalu membesarkan masalah rokok dan tattoo, dan proses pendidikan yang tidak tamat wajib belajar.

“Sekolah itu penting. Yang tidak tamat sekolah harus bekerja 3 kali lebih keras untuk bertahan hidup” ujarnya. Dan merokok juga tidak ada buruknya dibandingkan dengan mereka-mereka yang korupsi atau berakhlak rendah. Toh merokok hanya merugikan diri sendiri, sementara korupsi merugikan seluruh bangsa dan wakil rakyat berakhlak rendah hanya mempermalukan negara.

Secara psikologi, mereka yang suka membicarakan negatifnya orang lain sebenarnya karena ingin cari teman, bahwa ada orang lain yang juga mempunyai banyak kekurangan. Semakin sering melihat kekurangan orang lain, semakin banyak sebenarnya kekurangan mereka sendiri. Mungkin they need to feel good about themselves, jadi menutupi kekurangannya dengan membahas kekurangan orang lain. Seolah-olah membandingkan diri siapa yang lebih buruk. Kalo kamu gimana, conqs?

Situasi ini juga sama persis saat teman Chongky membahas episode-episode Conq Webseries. Banyak yang lucu-lucu yang membuat kita tertawa karena merasa itulah yang terjadi di kehidupan cong di ibukota pada umumnya, dan kita tertawa karena kita tau, we can reflect ourselves on it, tapi banyak juga orang yang mencibir isi yang dianggapnya murahan itu.

Memang mungkin mereka mencoba menjadi kritis, dan mungkin para aktivis juga tidak setuju dengan penggambaran stereotype kehidupan gay ini, atau ada juga yang memang kehidupannya memang berbeda dari penggambaran Conq Webseries, namun tidak bisa dipungkiri kejadian-kejadian itu memang ada. Dan suka ngga suka kita seharusnya mengambil positifnya, sehingga bisa bertindak lebih baik ke depannya setiap mengingat kejadian-kejadian yang digambarkan di Conq Webseries.

Tujuan dari Conq Webseries sendiri lebih membahas topik-topik kehidupan yang sebenarnya. Tidak membalutnya dengan pemanis-pemanis yang seperti banyak digambarkan di film-film atau TV. Toh semua kehidupan pasti terisi dengan hal-hal yang hedon, baik itu kehidupan orang regular, kehidupan conq, kehidupan sosialita, maupun kehidupan akar rumput. Semua orang ingin menikmati hidup, semua orang ingin merasakan yang enak-enak, dan semua orang ingin bersenang-senang dengan cara dan kemampuannya sendiri.

Kalo menurut Chongky sih ya, episode-episode yang sudah ada di Conq Webseries itu menggambarkan, sbb:

Episode 1: tentang makna kata “gay” dan pengaruhnya ke stereotyping gay life di Indonesia

Episode 2: tentang diskriminasi antar sesame gay sendiri, terutama lewat app seperti Grindr atau Facebook

Episode 3: tentang penggambaran karakter HIV positif yang secara positif

Episode 4: tentang testing HIV dan ketidakefektifan LSM dalam penggalangannya

Episode 5: tentang kebahagiaan semu

Episode 6: tentang penilaian orang akan masa lalunya

Mungkin jadi Chongky salah analisa, mungkin juga ada pendapat lain mengenai kisah-kisah webseries itu. Tapi yang jelas mungkin Chongky orang yang terlalu positif saja, sehingga selalu menganalisa banyak hal dari segi positifnya. Toh kita belajar dan berkembang bila kita mempunyai pandangan positif, beranggapan bahwa sesuatu akan menjadi baik atau besar jika diusahakan.

Ada celetukan yang mana mencela bahwa webseries isinya tentang hedonisme dunia gay. Well, otak kita hanya melihat dan menerima apa yang kita bisa pahami, jadi jangan salahkan produser webseries kalau yang dilihat dari webseries hanya soal hedonisme dan kefanaannya kan, bro!

KARENA MEREKA BEKERJA UNTUK RAKYAT

Dalam 6 hari sejak pelantikannya, Presiden Joko Widodo langsung mengumumkan Kabinet Kerja yang dia harapkan akan membantu dia dalam melaksanakan tugasnya bekerja membenahi negara ini. Karena Presiden Jokowi tidak lupa bahwa dia adalah pemimpin rakyat yang merupakan wakil rakyat, dia memberikan akses langsung kepada rakyat untuk bisa menghubungi dirinya dan wakil-wakil rakyat lainnya untuk keperluan komunikasi demi kemajuan negeri ini.
Begini daftar nomor yang CONQ dapat. Coba mari kita minta nomor-nomor dan alamat mereka yang menamakan dirinya sebagai Wakil Rakyat di Gedung DPR itu, kalau mereka memang ikhlas melayani rakyat
RI 1: Joko Widodo 08122600960
RI 2: M Jusuf Kalla 0811 155644

Mensekneg: Praktino 0811283002
Menteri Perencanaan Pembangunan Negara/Kepala Bappenas: Andrinof Chaniago 0811848554
Menko Bidang Kemaritiman: Indroyono Soesilo
Menhub: Ignasius Jonan 08172321111, 08112255880
Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti 0811211365
Menteri Pariwisata: Arief Yahya
Menteri ESDM: Sudirman Said 08118890318
Menko Bidang Polhukam: Tedjo Edy Purdijatno 08123045014
Menteri DN: Tjahjo Kumolo 081510090000, 0811899899
Menteri LN: Retno Lestari Priansari Marsudi 0817812586
Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu 08159718274
Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly 0811 888719
Menteri KomInfo: Rudiantara 0818192021
Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi 0816796877
Menko Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil 0811854482
MenKeu: BambangBrodjonegoro 0816738254
Menteri BUMN: Rini M Soemarno 0816723690
Menkop dan UMKM: Anak AgungGde Ngurah Puspayoga
Menteri Perindustrian: M Saleh Husin 0811900011
Menteri Perdagangan: Rachmat Gobel 08558881239
Menteri Pertanian: Amran Sulaiman 081524076477
Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri 08118409041
Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadi Muljono
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya 08121116061
Menteri Agraria dan Tata Ruang/KepalaBPN: Ferry Mursyidan Baldan 0811977172
Menko Bidang Pembangunan Manusia danKebudayaan: Puan Maharani 08161822778
Menag: Lukman Hakim Saefuddin 0818959469
MenKes: Nila F Moeloek 08161840948
MenSos: Khofifah Indar Parawansa 081319006998
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohanan Yambise 085354792679
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar & Menengah: Anies Baswedan 0811960520
MenRistek dan PT: M. Nasir
Menpora: Imam Nahrawi 0811194972
Menteri Desa PDT dan Transmigrasi: Marwan Ja’far 0811951713

NB:
Siap terima laporan 24 jam
Gunakan dengan bijaksana fungsi pengawasan kita sebagai pemberi mandat.

Dan tujuan utama pengumuman ini, supaya yang mau komentar atau tidak suka, bisa dialamatkan langsung, tak perlu lagi ngomel di sosmed

#RevolusiMental

Salam Tiga Jari!!

PILKADA TIDAK LANGSUNG MEMATIKAN EKONOMI

Yang jelas banyak hal yang akan hilang karena Pemilihan Pilkada Tidak Langung itu.

Dari segi kerakyatan, Pemimpin Daerah pastinya bukan perwakilan aspirasi rakyat. Toh kesalahan rakyat sekarang ini adalah kurang pedulinya terhadap pemilihan legislative sehingga melahirkan pengisi-pengisi kursi di DPR dan DPD yang bukan wakil dari rkayat secara mayoritas tapi hanya perwakilan dari partai-partai karena yang maju dan memilih yang para anggota dan pendukung partai.

Bahkan hari ini pun dilantik ketua dewan yang harusnya mewakili rakyat, namun dia sudah bolak-balik terjerat kasus hukum. Kalau perwakilan rakyatnya saja sarat kasus hukum, artinya seluruh rakyat Indonesia suka dengan kasus hukum dong?

Lalu wakilnya pun diwakili dengan sosok yang mulutnya asal ngomong dan tidak terdengar bijaksana. Apa ya itu benar-benar mewakili rakyat. Kalau wakil rakyatnya seperti itu, apa bukan berarti Indonesia ini bangsa yang bicaranya tidak punya aturan, padahal dengan otak hiper-relijiusnya saja selalu menggembor-gemborkan adat ketimuran yang harusnya santun baik dalam bertutur kata maupun bertindak?

Yang jelas dengan Pilkada Tidak langsung ini tugas KPUD akan berkurang, bahkan cenderung tidak diperlukan lagi. Dan Pemilu Daerah pun akan hilang. Bersamaan dengan hilangnya perekonomian yang menunjang acara-acara kerakyatan itu.

Alasan utama mereka menghilangkan Pilkada Langsung karena biaya. Toh biaya juga uang rakyat, yang dibalikkan ke rakyat lagi, untuk rakyat. Kenapa mereka yang mempermasalahkan?

Proses perekenomian yang mendukung pengadaan kertas pemilu, pengamanan pemilu, pengadaan barang-barang kegiatan pemilu, dan bahkan sektor keuangan dan sektor pelaksanaan seperti EO dan Advertising yang mana penyumbang pajak cukup besar, juga akan berkurang, dan hilang.

Jadi apa mereka masih saja hanya memikirkan perut mereka?

Wakil rakyat macam apa itu yang tidak memikirkan terganggunya ekonomi karena dihapusnya Pemilu Kepala Daerah hanya karena mereka salah satu dari mereka tidak tercapai impiannya menjadi presiden?

Mungkin sudah saatnya anak muda turun lagi dan menggulirkan para kakek-kakek itu dari mimpi siangnya.

Q Film Festival di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta??? Whaaaaat???

Mungkin kamu juga akan mengalami reaksi yang sama dengan saya ketika membaca nama lokasi salah satu tempat screening QFF 2014 ini. Waktu itu saya kaget sekaligus bertanya2, “Ko bisa ya Sekolah Tinggi Teologi (STT) yang jelas2 sekolah untuk jadi seorang Pendeta Kristen nayangin film2 QFF?”.

Btw, QFF atau Q Film Festival itu adalah Festival Film LGBT yang diadain di Indonesia. Tahun ini (2014) adalah penyelenggaraan yang ke 13 dan diadain di 13 lokasi di Jakarta dari 19 – 28 September 2014. Sedikit lebih detail ditulis sama sister kita Kelly Clarkconq beberapa hari yang lalu. Hari ini adalah penutupan QFF 2014 yang diadain di Teater Usmar Ismail dengan konser musik yang luar biasa indahnya. Buat kamu yang belum sempet nonton, jangan khawatir! Tahun depan pasti ada lagi. Tunggu aja jadwalnya di www.qmunity-id.org di waktu yang kurang lebih sama.

OK, balik ke STT yang jadi salah satu lokasi screening film QFF. Waktu itu reaksi spontan saya yang negatif adalah “hmmm… jangan2 STT ini mau coba2 cari database untuk mengembalikan LGBT ke jalan yang benar (yakali skrg jalannya salah??) alias bikin LGBT jadi straight dengan reparative therapy yang banyak dipraktekan gereja2 lain”.

Saking penasarannya, akhirnya waktu itu saya langsung tanya ke Pdt. Drs. Stephen Suleeman, MA.Th, Th.M. atau yang biasa dipanggil Pak Stephen. Waktu itu, tepatnya Hari Selasa, 23 September 2014 sedang diadakan diskusi Q! Gossip dengan tema “Straight Looking @ You”. Diskusi ini di-moderatori oleh Dave Hendrik bersama dengan 3 Narasumber dari background yang beda2. Hampir seluruh kursi penuh hari itu yang ternyata sebagian besar diduduki oleh Mahasiswa STT Jakarta.

stephen%20suleeman

Pertanyaan saya ke Pak Stephen ada 2 : “Apakah dukungan STT kepada QFF tidak takut dibilang keluar ‘jalur’ Kristen?” dan “Apakah STT tidak takut dikritik oleh lembaga2 Kristen lain karena telah mendukung QFF sebagai salah satu aktifitas LGBT?” Pas nanya saya sebenernya agak takut2 karena isunya cukup sensitif. LGBT vs Kristen, dengernya aja udah serem, dibahas di STT pula, bisa2 abis bahas langsung disirem bensin terus dibakar :b. Ternyata nggak lho, mereka itu seperti udah sangat biasa ditanya hal seperti itu dan mereka nggak merasa ‘keluar jalur’ sama sekali.

Pak Stephen dengan senyumnya yang manis dan ekspresi yang sangat ke-bapak-an menjawab 2 pertanyaan saya sambil didukung oleh banyak mahasiswa STT yang terlihat sangat mengagumi sosok Pak Stephen ini. Beliau cerita kalau STT memulai aktivitas yang dekat dengan LGBT sejak tahun 1993 dengan mengirimkan mahasiswa2 Praktik Lapangan di beberapa lembaga LGBT. Waktu itu beliau belum secara terbuka memberikan dukungannya terhadap LGBT, karena tentu saja waktu itu perkembangan sosial masyarakat kita belum seperti sekarang. “Kita sudah mulai mengadakan aktifitas LGBT sejak 1993 dan baru tahun 2009 kita berani open tentang dukungan kita tersebut. Jadi sekitar 15 tahunan lah kita baru berani” begitu kata Pak Stephen. Sampai sekarang sudah cukup banyak aktifitas STT yang mendukung LGBT seperti LGBT Goes to Campus, dukungannya terhadap QFF dan aktifitas2 lainnya.

Waktu itu Beliau juga cerita kalau tujuan STT mendukung kegiatan LGBT adalah untuk membentuk lebih banyak straight aliies. Straight allies adalah straight yang dekat, mengerti dan mendukung kelompok LGBT. Menurut STT, adanya straight allies dapat menjembatani straight dengan kelompok LGBT sehingga secara tidak langsung bisa mengurangi bully terhadap LGBT, meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap LGBT dan pengaruh2 baik lainnya. Makanya waktu diskusi ini banyak mahasiswa STT yang datang. “Kita bangga bisa jadi salah satu partner QFF, makanya kita dorong mahasiswa kita untuk bisa ikut diskusi ini” tutup Pak Stephen.

Gimana? Waktu itu sih jujur aja kaget banget denger cerita2 Pak Stephen. Boro2 reparative theraphy, ternyata dukungan STT terhadap kegiatan LGBT udah banyak banget. Saya pribadi sangat appreciate terhadap apa yang udah dilakuin STT dan kagum sekagum kagumnya karena STT berani untuk ambil langkah besar yang beresiko demi menjalankan apa yang STT anggap baik.

Dibawah ini ada alamat dan link website STT, siapa tau kamu mau tau lebih banyak :) Rencananya STT juga mau buat kebaktian regular bulanan tapi belum tau mulainya kapan. Pantau terus ya! Siapa tau kita bias ketemu disana #reuusss :b

Jl. Proklamasi No. 27, Jakarta 10320
Telp. +62 21 390 4237
Fax: +62 21 315 3781 & 62 21390 6096
Email: sttj@sttjakarta.ac.id

Website : http://sttjakarta.ac.id/

Note : Quote, foto dan informasi tentang STT Jakarta sudah mendapatkan izin dari yang bersangkutan.

Gay & Lesbian Indonesians view on life, love, fashion, health, and politics

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,381 other followers

%d bloggers like this: